Tuesday, June 2, 2015

JFFF 2015: Algarry by Albert Yanuar Fall/Winter 2015


Jakarta Fashion & Food Festival, merupakan kolaborasi gabungan antara industri fashion & kuliner yang keduanya sedang bergairah di tanah air ini. Jika JFFF tahun lalu lebih terdengar akan kehebohan festival kulinernya. Sekarang, JFFF 2015 banyak menampilkan peragaan busana yang diramaikan oleh para desainer muda & desainer yang sedang happening.

Jika sebelumnya Danjyo Hiyoji menampilkan keindahan lautan dalam show pembuka untuk ‘Trendology’, Algarry by Albert Yanuar menutup show dengan menampilkan kekuatan ‘Okeanos’. There were other clues. Koleksi Fall/Winter 2015 Algarry ini memperlihatkan berbagai karakter - berbagai atasan 2 in 1, berbagai cocktail dress – dengan balutan hitam ‘'misterius'’ yang menyimbolkan kekuatan terpendam seorang perempuan. Pesan tersirat yang ingin Albert Yanuar sampaikan. Walaupun ''gelap" namun masih tetap pada nilai keanggunan yang memiliki standard – dress berpotongan A-line dengan campuran warna pink-hitam, coat dresses, hingga rok pensil yang dipadukan dengan atasan yang bisa berubah menjadi jaket – all things he’s done before – yang masih mengundang decak kagum dari kejutan yang mungkin tidak kita dapatkan dari yang lain.

Bayangkan seorang perempuan tampak begitu misterius dalam balutan cape dress hitam yang anggun, berjalan dengan percaya diri namun tidak mengintimidasi. Perempuan ini adalah perempuan yang sangat seductive! Albert Yanuar yang meminjam kekuatan perkasa sang dewa laut Okeanos, tetap mengedepankan the power of femininity. Elegan dengan sentuhan bordir dan detail embellishment, namun memancing rasa penasaran lewat garis potongan yang menggoda. Kesemuanya menyatu menjadi sebuah beautiful fragments.

Monday, June 1, 2015

JFFF 2015 ‘Future Profound’: Karya Idealis Para Desainer Muda


‘Future Profound’ by Drey, Ernesto Abram, Sav Lavin & Sisca Phang merupakan karya penuh idealis yang dipersiapkan untuk masa depan. Dibuka dengan koleksi Sisca Phang yang menampilkan evening wear: mermaid gown, embellishment, dan warna-warna gaun futurisctic (biru metallic, hitam-putih, silver-green), desainer yang sempat meramaikan Hongkong Fashion Week 2014 lalu ini menggambarkan bagaimana rupa evening wear di masa depan. Penuh dengan detail, sedikit rebel namun ladylike attitude.

Dilanjutkan dengan koleksi streetwear dari Audrey Chaerunnisa dalam label Drey. Dimana berbagai midi dress berpotongan minimalis dibalut warna-warna monokrom di-twist sporty lewat aksen perforated. Membuat look future chic activewear yang simple ini menjadi penuh statement.

Berikutnya, karya Ernesto Abram menghentak lewat keindahan berbagai cocktail dress futuristic bersiluet lekuk tubuh, yang didominasi warna abu-abu yang disematkan motif print bias silver-electric – very glamor. Plus coat dengan detail laser-cut menjadi satu piece yang menyegarkan dalam perjalanan singkat "outerspace" ini.

Dan terakhir, koleksi Sav Lavin yang merupakan lanjutan dari karyanya pada Indonesia Fashion Week 2015 lalu, mengusung tema edgy yang berakar pada budaya Indonesia. Simbol Gurdo menghiasi rangkaian busana Sav Lavin sebagai wujud nasionalisme yang menjadi benang merah dari ‘Future Profound’ ini. Neoprene, 3D space fabrics, synthetic leather menjadi ciri khas Savira Lavinia dalam mendeskripsikan masa depan.

Gabungan show ‘Future Profound’ ini terlihat sangat seru. Bahkan terlalu idealis. Keempat desainer ini sangat berbeda namun satu paham. Dengan koleksi yang sangat terasa kekuatannya. Feminin, chic, terstruktur dengan konsep yang tidak menyimpang dari tema. Tema yang mengangkat nama Indonesia sebagai negara yang siap bersaing di masa depan (yang tidak terlalu jauh) sebagai big player dalam industri fashion lewat generasi muda yang penuh optimistis.

Monday, March 16, 2015

Spring Shearling?


"Ngapain lo beli shearling? emang ini di Milan?" kata teman gw sewot. "Gak bakal kepake." Bla bla bla panas, bla bla korban mode, bla bla (truz lanjut macam ibu tiri).

Hufh... yang ada di otak gw pas beli ini cuma... Waktu show Burberry Spring/Summer 2015 dibuka sama Shearling denim jacket… I know I gotta have one! HAHA. Kesan simple, dengan warna biru jeans yang klasik, menurut gw… bisa nge-boost OOTD yang cenderung santai. Dan yang pasti shearling denim jacket ini “mobile friendly”. Maksudnya, cocok sama gw yang harus kerja mondar-mandir tanpa harus kepanasan - TELAH LULUS UJI COBA. MALAH, pas banget sama udara di Jakarta yang belakangan mendung-galau-berangin ini. *CURCOL*

Lagian shearling denim jacket itu... "What? Jacket?" kata teman gw. "Gw kira yang lo beli celana jeans shearling." zzzzz -..-" Mank ada ya, celana jeans shearling (gw blom liat sih ada desainer yang buat). "Lucu juga (jaket-nya)" katanya ralat.


Tuesday, March 10, 2015

Indonesia Fashion Week: Sav Lavin (Review)


Jika ada yang ingin dikatakan Savira Lavinia lewat koleksinya kali ini mungkin adalah “ayo menggila dan terbang ke bulan,” well... it’s a joke but quite serious. Sepulang perjalanannya dari Jawa Tengah, sang creative director dari Sav Lavin ini begitu banyak menyerap ide-ide dari tanah yang masih kental akan budayanya tersebut. Dan berikutnya yang kita ketahui adalah ia membuat rancangan yang sungguh diluar zona aman.

Monday, March 9, 2015

Indonesia Fashion Week: Albert Yanuar (Review)


Jika porselen yang biasanya indah namun “mudah rapuh” didalamnya, tidak dengan para gadis Albert Yanuar. Melenggang anggun, indah dan powerful. Klasik juga modern. Transformasi adalah pesan yang ingin diutarakan. Ketika perempuan tidak hanya melulu cantik sempurna (which is quite boring) namun berani membuat sebuah gebrakan.